Berita Alumni

Talkshow “Kegiatan Ekskul dan Sukses Karier” Persembahan Padmanaba Tahun 1988

357views

Sebagai bentuk bakti pada almamater tercinta, Alumni Padmanaba tahun 1988, mengadakan talkshow bertajuk “Kegiatan Ekskul dan Sukses Karier”. Kegiatan tersebut dikhususkan bagi siswa SMA N 3 Yogyakarta Alpad 88 juga memberikan pembinaan ilmu marketing secara gratis pada tiga puluh siswa yang beruntung. Kegiatan ini sekaligus dilakukan sebagai peringatan tiga puluh tahun Alpad 88. Empat puluh enam judul buku, sebanyak seratus tiga eksemplar, diserahkan kepada SMA N 3 Yogyakarta sebagai salah satu bentuk bakti.
Acara dimulai pada pukul 13.30. Antusiasme para siswa dan guru dapat terlihat ketika sang pembawa acara mulai membuka talkshow. Kemudian, dilanjutkan dengan menyerukan semboyan Padmanaba dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Arkan Daffa Lazuardi, selaku ketua OSIS, memberi sambutan. Narasumber pertama, Kak Yuswohadi, menginspirasi kita untuk mengikuti passion. Saat sekolah, beliau lebih sering menggambar daripada mengikuti kegiatan sekolah atau pelajaran. Namun, saat penjurusan kuliah Kak Yuswo memilih Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro karena menganggap jurusan tersebut “keren” bukan karena memiliki minat terhadap Teknik Mesin. Akhirnya, beliau diterima di Teknik Mesin dan menghabiskan 9 tahun untuk menyelesaikan kuliahnya. Kemudian, seorang konsultan mengajari Kak Yuswo ilmu pemasaran. Selain itu, ia juga mengembangkan bakat menulisnya dan sekarang sudah menjadi penulis yang karyanya selalu dinantikan. Dapat dilihat bahwa, tidak peduli dimana kamu belajar kalau tidak memiliki semangat dan minat tidak akan jadi. Jadi, tentukannlah passion-mu mulai dari sekarang.
Narasumber kedua, Kak Teti, tidak jauh berbeda dengan Kak Yuswo, passion menentukan kita di masa depan. Pengalaman hidup di desa mengembangkan minatnya menjadi seseorang yang mampu mengurusi ternak. Jadilah beliau seorang dosen di Fakultas Peternakan UGM. Selain akademik, ekskul juga membantu mengembangkan diri. Kak Teti dulunya aktif pramuka. Akan tetapi, akademiknya tidak ditinggalkan begitu saja. Keseimbangan antara akademik dan ekskul harus terus dijaga. Agar nantinya tidak menjadi berat sebelah.
Yang ketiga, Kak Lala, beliau saat SMA merupakan orang yang sibuk. Banyak kegiatan diikuti. Namun, prestasi Kak Lala tetap membanggakan. Beliau selalu mendapat peringkat 10 besar paralel. Beliau juga diterima UGM lewat jalur undangan. Beliau mampu mengatur antara pelajaran dan berkegiatan. Suatu keadaan yang jarang ditemukan dalam siswa Padmanaba masa kini.
Keempat, Kak Deni, beliau diterima di Universitas Diponegoro lewat jalur undangan. Meskipun, pada awalnya tidak diterima di UGM, namun sekarang beliau menjadi Kepala Sekolah Kedokteran UGM. Ekstrakurikuler juga menjadi bagian penting dalam hidup Kak Deni, terutama tonti. Tonti mempersiapkan diri menjadi disiplin. Pramuka juga membentuk kita agar pandai berorganisasi. Kecakapan berorganisasi sungguh diperlukan di masa depan. Dilanjutkan dengan bercerita tentang mahasiswa kedokteran “dipaksa” menjadi dokter oleh orang tua. Jika seperti itu, lakukan saja. Jalan hidup manusia hanya diketahui Tuhan. Pasrahkan semua pada Sang Pencipta.
Kak Widodo, dua hal yang dipelajari beliau, yaitu belajar mandiri dan kompetisi yang kuat di dalam Padmanaba. Ekstrakurikuler membantu beliau dalam berkomunikasi. Contohnya, sepak bola. Sepak bola merupakan olah raga yang sudah mendunia. Hal itulah yang digunakan beliau untuk berdiplomasi. Kegiatan berorganisasi sangatlah membantu.
Hal yang ditekankan dalam talkshow ini ialah bahwa passion dan kemauan keras kita membawa kita pada keberhasilan. Kegiatan non-akademis juga menjadi salah satu faktor pembentuk pribadi sukses. Oleh sebab itu, prestasi akademis dan nonakademis harus ditingkatkan secara bersamaan agar terciptanya pribadi sukses.

Leave a Response