Berita Padmanaba

Dari Yayasan Pendidikan Padmanaba (YPP) Untuk Siswa Padmanaba

197views

Tidak adanya sekat yang membatasi antara siswa aktif dan alumni selalu menjadi khas keluarga besar Padmanaba. Alumni yang meski kini sudah menjalani jenjang baru, baik mereka yang baru menapak di tingkat universitas maupun yang sudah mapan dengan pekerjaannya, tetap memiliki kedekatan dan kepedulian yang besar dengan keluarga besar mereka. Hal ini pun  dengan jelas tampak dari para alumni muda yang sering didapati datang ke sekolah setiap Jumat, atau acara reuni besar-besaran maupun temu kangen biasa yang baru-baru ini sering diadakan alumni terdahulu, dan juga para alumni yang masih mendedikasikan diri untuk mendidik adik-adiknya dalam hal non akademis, seperti ekstrakulikuler dan organisasi.

Pada Kamis, 8 Oktober 2015 lalu, Yayasan Pendidikan Padmanaba atau YPP kembali datang ke gedung sekolah tercinta untuk memberikan materi studium generale kepada perwakilan siswa Padmanaba. Tentu, sekolah menyambut hangat kedatangan yayasan alumni tersebut. Dimulai pukul 9 pagi, acara ini digelar di Ruang AVA SMA Negeri 3 Yogyakarta dan dihadiri oleh Pengurus Harian dan Koordinator MPK-OSIS 2015/2016, beberapa guru, serta beberapa anggota Yayasan Pendidikan Padmanaba sendiri.

Acara pagi itu dibuka oleh Pak Latief, sebagai ketua Yayasan Pendidikan Padmanaba. Selepas itu, sesi studium generale pertama diisi dengan pembicara Bapak Satya, yang juga merupakan pendiri Yayasan Nakula Sadewa. Beliau memberikan materi mengenai bagaimana kita sebagai muda-mudi Indonesia perlu menyusun rencana untuk masa depan dengan sudut pandang yang tepat serta memikirkan jangka panjangnya. Materi ini dianggap sangat berguna bagi siswa Padmanaba sebagai generasi penerus bangsa.

Di sesi kedua, Pak Bambang bergiliran untuk berbicara. Pak Bambang adalah ahli fisika yang merancang sekaligus membuat kartu scalar energy resonator. Kartu ini berfungsi melindungi tubuh dari penetrasi gelombang elektronik yang berasal dari handphone. Beliau mempraktikkan bahwa handphone yang sudah menjadi gaya hidup manusia kini, rupanya secara tidak langsung menyetrum tubuh dan menyebabkan badan menjadi lemas. Beliau mempraktikkan pula perbedaan ketika memegang handphone tanpa maupun saat membawa kartu scalar energy resonator ini.

2

Menuju penghujung acara, rupanya yayasan alumni tersebut belum cukup sampai di situ. Di samping memberikan beragam informasi baru yang sungguh bermanfaat, pihak Yayasan Pendidikan Padmanaba memberikan 600 buah kartu scalar energy resonator yang unik dan berguna ini untuk dijual di koperasi siswa. Hal ini jelas menunjukkan masih adanya kepedulian alumni terhadap pendidikan sekaligus kesehatan siswa Padmanaba.

Kurang lebih pukul 11 pagi, acara ini pun berakhir.

Leave a Response

admin
Lorem ipsum dolor amet sitero