Berita SekolahGaleri Foto

Menjalin Indah Tali Silaturahim, Syawalan Ikatan Pengasuh SMA Negeri 3 Yogyakarta 1440 H

146views

Bantul, 13 Juni 2019. Warung Pohon Omah Sawah menjadi saksi majelis silaturahim syawalan dan halal bihalal keluarga besar Ikatan Pengasuh SMA Negeri 3 Yogyakarta. Jabat tangan erat dan senyuman hangat saling ditebarkan satu sama lain. Suara-suara merdu yang disumbangkan oleh Bapak/Ibu guru memberi hiburan tersendiri bagi yang mendengarkan dan menikmati penampilan. Suasana yang sejuk nan syahdu menambah keakraban di antara para hadirin yang berbahagia.

Ikrar syawalan yang dibacakan oleh Efvinggo Fasya Jaya, S.Pd. menjadi pembuka ungkapan pengakuan kesalahan dan permintaan maaf di antara Bapak/Ibu guru dan karyawan Ikatan Pengasuh SMA Negeri 3 Yogyakarta. Kalimat-kalimat berbahasa Jawa halus yang sarat makna itu pula kemudian menjadi perantara dari rasa ikhlas yang tulus dari dalam hati untuk saling memaafkan setiap kesalahan yang pernah terjadi.

Di tengah-tengah acara, Kepala Sekolah Bapak Drs. Maman Surakhman, M.Pd.I didampingi oleh Ketua Komite Sekolah Bapak Dr. Edi Widodo, M.Si. memberikan tali asih kepada Bapak/Ibu guru yang purna atau bebas tugas, yaitu kepada Ibu Dra. Lestari Nur Yuniati, Ibu Dra. Susilowati, Ibu Dra. Hj. Isti Dwi Narniyati, Ibu Dra. Anna Woro Ciptaningrum, Ibu Dra. Muslimah, dan Bapak Ngadimun. Sambutan tepuk tangan dan ucapan salam berpamitan mulai diselimuti rasa haru. Namun kami berharap ikatan persaudaraan ini tetap tersambung hingga akhir hayat nanti dan kami pun berdoa semoga segala sumbangsih dan dedikasi terbaik yang pernah diberikan untuk SMA Negeri 3 Yogyakarta menjadi amal ibadah yang dibalas dengan berlipat ganda oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Acara syawalan memang sudah menjadi tradisi khususnya pada momen lebaran Idul Fitri. Ustadz Masykur Azhari dalam hikmah syawalan menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan tradisi menu makanan di bulan Syawal yang memiliki makna khusus. “Lonthong” diambil dari kata “Ala kothong” yang berarti mengosongkan kesalahan. “Opor” diambil dari kata “Ala dipara-para” yang berarti saling berbagi kesalahan. Menu tersebut kurang lengkap tanpa “Kerupuk” diambil dari kata “Kerukunane dipupuk” yang berarti memupuk kerukunan. Dengan senantiasa membudidayakan ketiga hal tersebut, Insya Allah akan tetap terjalin indah tali silaturahim.

Di penghujung acara, Bapak/Ibu guru Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jg diperkenalkan kepada Bapak/Ibu guru Ikatan Pengasuh SMA Negeri 3 Yogyakarta. Amanah yang disampaikan agar terus berusaha memberikan yang terbaik bagi SMA Negeri 3 Yogyakarta tercinta dan melanjutkan perjuangan Bapak/Ibu guru karyawan yang sudah purna atau bebas tugas semoga dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih atas kerjasama Bapak/Ibu panitia yang telah mempersiapkan segala sesuatu demi lancarnya acara halal bihalal keluarga besar Ikatan Pengasuh SMA Negeri 3 Yogyakarta. Penuh harapan kami supaya rasa persatuan, persaudaraan, dan kekeluargaan tetap terjalin kukuh melaui acara salam-salaman dan ramah tamah dalam pertemuan ini. Insya Allah.

 

Kontributor : Annisa Mayasari, S.Pd.

#InfoPadz
#Halalbihalal
#Syawalan
#Ikatan Pengasuh
#3Bhe
#Padmanaba
#SMAN3Yogyakarta

Leave a Response