Berita Sekolah

Setumpuk Kenangan Indah dari Bumi Perkemahan Dewi Tinalah, Samigaluh, Kulon Progo

67views

Ujian perkemahan (jimah, akronim ini yang lebih eksis terdengar dalam lingkup padmanaba) yang mengusung tema “jejak petualang” digelar pada hari sabtu tanggal 30 Mei sampai 1 April 2019 di bumi perkemahan Dewi Tinalah. Sekitar 193 peserta hadir pada ujian perkemahan kali ini. Sejumlah peserta tersebut berasal dari Padmanaba 76, sedangkan sebagian (sekitar 30 siswa) Padmanaba 75 menjadi panitia.

Sabtu pagi tanggal 30 Maret 2019, sekitar pukul 08.35 rombongan jimah SMA N 3 Yogyakarta tiba di lokasi. Para peserta langsung bergegas mengambil nomor undian terkait letak tenda yang akan didirikan untuk masing-masing sanggah, lalu dengan sigap mendirikan tenda mereka masing-masing. Tepat pukul 10.00 upacara pembukaan ujian perkemahan dimulai. Sikap tegak berani terpancar dari seluruh peserta jimah 2019. Bapak Drs. Maman Surakhman, M.Pd.I turut hadir sekaligus membuka kegiatan jimah, bersama dengan beberapa rekan guru lainnya.

193 peserta ujian perkemahan terbagi menjadi sekitar 26 sanggah. Nama-nama setiap sanggah diambil dari nama-nama pahlawan, yaitu Abdul Moeis, Soekarno, Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meutia, Oppu Daeng Risadju 1, Oppu Daeng Risadju 2, Rasuna Said, Malahayati, R. A Kartini, Martha Tiahahu, Siti Walidah, Nyi Ageng Serang, Fatmawati, Diponegoro, Siti Manggopoh, M Walanda Maramis, Sam Ratulangi, Gatot Subroto, Teuku Imam Bonjol, Pattimura, Pierre Tendean, Ki Hajar Dewantara, Sentot Ali Basya, Rohana Kudus, Ratnaningsih, dan Dewi Sartika.

Sederet kegiatan turut meramaikan jalannya ujian perkemahan kali ini, diantaranya lomba memasak, lomba maskot pahlawan, lomba kerajinan dari barang bekas, pentas seni, water war, workshop, jalan-jalan siang, jalan-jalan malam, dll. Setiap sanggah sangat antusias dalam menjalani setiap kegiatan, seperti lomba memasak, dengan semangat yang luar biasa para peserta berusaha memberikan hasil terbaik menu masakannya untuk kemudian dinilai para juri (meskipun setelah selesai kegiatan ada beberapa peserta yang bertanya, “masakan sanggah kita enak ga bu, pak?”, “enak kok”, “tapi kita kok ga jadi juara ya”), it’s okay guys, karena pada akhirnya apa pun hasilnya, you’ve done your best, you did great, right?! 👍👍👍 Begitu juga dengan kegiatan-kegiatan lainnya, setiap sanggah selalu mengusahakan yang terbaik.

Pada hari Senin tanggal 1 April 2019, sekitar pukul 10.15 acara penutupan kegiatan jimah dimulai. Berdasarkan keputusan panitia jimah 2019, dari seluruh peserta jimah yang berjumlah 193, 186 orang dinyatakan “lulus”, 5 orang dinyatakan “lulus bersyarat berat”, 2 orang dinyatakan “lulus bersyarat ringan”, sedangkan 29 orang peserta lainnya, akan mengikuti ujian perkemahan susulan pada waktu dan tanggal yang telah ditentukan, yaitu pada tanggal 27-28 April 2019 mendatang.

Begitu banyak hal yang yang dapat menjadi pelajaran selama ujian perkemahan berlangsung, baik bagi peserta maupun panitia serta pendamping. Semoga setiap hal baik itu menjadi bagian indah di kemudian hari sebagai sesuatu yang layak dikenang. Terkadang, untuk mencipta setiap detail hal manis, memang butuh perjalanan dan pengalaman yang tak biasa. Sama halnya dengan kegiatan jimah ini, banyak hal manis yang sudah tercipta, meski di sisi lain peserta harus panas-panasan, sehingga membuat kulit peserta jimah sedikit menggelap. Namun,kenangan indah akan kebersamaan selama 3 hari di bumi perkemahan Dewi Tinalah tidak bisa dibeli dengan apa pun, tidak akan pernah. Untuk 3 hari kebersamaan beserta dengan kenangan-kenangan indahnya, danke!

 

 

Kontributor : Luthvi Arini, M.Pd.

Leave a Response